Jokowi-JK Unggul di Rekapitulasi Penghitungan Kabupaten

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Dengarkan"]

Proses rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2014 yang dilakukan KPU Tulungagung, Rabu (16/7), berlangsung lancar dan kondusif.

Tulungagung, KPU Tulungagung

          KPU Tulungagung, Rabu (16/7) sore, melakukan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilpres 2014. Hasilnya, pasangan capres-cawapres nomer urut 2, Jokowi-JK, mengungguli pasangan capres-cawapres nomer urut 1, Prabowo-Hatta.

          Pasangan Jokowi-JK di Tulungagung dapat mendulang suara sebanyak 401.482 suara. Sedang Pasangan Prabowo-Hatta sebanyak 210.972 suara.

          Rapat pleno terbuka rekapitualsi penghitungan suara Pilpres 2014 yang berlangsung di Hotel Crown Victoria Kota Tulungagung tersebut berjalan relatif lancar. Petugas keamanan dari Polri dan TNI juga terlihat berjaga-jaga selama rapat pleno berjalan.

          Ketua KPU Tulungagung, Suprihno SPd MPd, mengungkapkan hasil dari rekapitulasi penghitungan sura yang telah dilakukan KPU Tulungagung akan segera dikirim dan dilaporkan ke KPU Jatim. “Besok langsung dikirim ke KPU Jatim,” katanya.

          Sesuai hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2014 di Tulungagung, jumlah suara sah mencapai 612.454 suara. Sementara suara tidak sah sebanyak 5.813 suara.

          Dengan jumlah pemilih yang hadir sebanyak 618.267 pemilih, KPU Tulungagung mencatat jumlah partisipasi pemilih dalam Pilpres 2014 sebanyak 72.74 persen. Menurun dari partisipasi pemilih dalam Pileg 2014 lalu yang mencapai 75 persen.

          Suara pasangan Jokowi-JK tercatat unggul di semua kecamatan di Kabupaten Tulungagung yang berjumlah 19 kecamatan. Jika diprosentase dari jumlah pemilih yang hadir di TPS, Pasangan Jokowi-JK mendapat suara 65 persen, Pasangan Prabowo-Hatta mendapat 34 dan sisanya 1 persen suara tidak sah.

          Penurunan angka partisipasi pemilih dalam Pilpres 2014 dibanding Pileg 2014 menurut Suprihno banyak faktor yang menyebabkannya. Di antaranya banyaknya jumlah TKI dan banyak warga yang di luar kota. “Bukan karena sosialisasi yang kurang,” tuturnya.

You may also like...

     
+100%-