PIMPIN APEL PAGI, SUPRIHNO INGATKAN PENTINGNYA KERJASAMA TIM DENGAN CERITA TIKUS

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Dengarkan"]
Suprihno ketika memimpin apel pagi KPU Tulungagung (8/5)

Suprihno ketika memimpin apel pagi KPU Tulungagung (8/5)

Reporter : Suprihno
Editor : Suyitno Arman

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id.) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung, Senin 8 Mei 2018 seperti biasa menggelar apel pagi. Apel diikuti unsur komisioner dan sekretariat ini dilaksanakan di halaman kantor KPU Jl. Fatahilah atau eks-Jl. Abdul Fatah IV/3 Tulungagung. Kali ini bertindak sebagai pimpinan apel adalah Suprihno, Ketua sekaligus koordinator Divisi Teknis dan Data.

Pada amanatnya, Suprihno mengingatkan kepada seluruh jajaran KPU untuk selalu menjalin kerjasama antar tim, dalam melaksanakan berbagai tugas kepemiluan maupun non kepemiluan. “Tunjukkan kita mampu bekerja sama dan membentuk tim yang solid, sehingga pilkada 2018 nant akan sukses dan lancar. Tugas kepemiluan itu bukan kepentingan pribadi kita, tetapi kewajiban melayani masyarakat, melayani pemilih, melayani para calon untuk melaksanakan kedaulatan rakyat. Jika kita bekerja sendiri-sendiri akan ada banyak problem nantinya, misalnya tentang Pemutakhiran data pemilih, karena tugas menyusun DPT ini mendata masyarakat maka tidak mungkin kita mendata tanpa bertemu dan bersinggungan dengan masyarakat”, kata Suprihno.

Suprihno juga meminta KPU harus peka secara sosial, atau peduli terhadap lingkungan masyarakat. Karena itu dibutuhkan untuk selalu berinteraksi dan saling tolong menolong. “Saya contohkan cerita tentang tikus, dimana dalam cerita ini seekor tikus yang meminta bantuan kepada para binatang: kambing, kerbau dan ular semua tidak mau peduli terhadap majikannya yang telah membeli perangkap tikus. Singkat cerita Karena tidak peduli perangkap tikus mengenai ular dan ular mengamuk sehingga mengigit istri majikan. Karena ular mengigit istri majikan maka sang majikan membunuh ular, untuk menyelamatkan sang istri majikan menyembelih kambing untuk mengambil empedu sebagai obat, namun sang istri tidak tertolong, dan meningggal. Karena istri majikan meninggal, kerbau pun disembelih untuk selamatan. Dari kisah ini betapa kepedulian terhadap lingkungan sangat dibutuhkan untuk menghindari segala musibah. Demikian halnya di dalam pemilu, kepekaan sosial merupakan modal untuk mengajak masyarakat terlibat dalam pemilu”, ujarnya.

Terakhir, Suprihno mengingatkan untuk tidak meremehkan hal-hal kecil, untuk meraih sukses besar. Karena bisa jadi persoalan kecil yang tidak segera diselesaikan akan berdampak pada persoalan-persoalan lain yang lebih besar. Usai apel pagi dilanjut dengan agenda kunjungan ke Kapolres Tulungagung koordinasi persiapan pilkada serentak 2018. (YES/ARM)

You may also like...

     
+100%-