GANDENG KOMUNITAS VESPA, KPU AJAK DEWASA DALAM BERPOLITIK

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Dengarkan"]
Dari kiri, ketua organisasi kelompok Vespa Tulungagung Wasono, ketua Panwaslu Tulungagung Eko Sunarko, ketu KPU Suprihno. (23/12)

Dari kiri, ketua organisasi kelompok Vespa Tulungagung Wasono, ketua Panwaslu Tulungagung Eko Sunarko, ketu KPU Suprihno. (23/12)

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id) – Ratusan anggota komunitas Vespa di Kota Marmer mengikuti sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Cafe Balkon Jalan Wakhid Hasyim 54 Tulungagung pada Sabtu (23/12/2017) malam. Pada kesempatan tersebut ketua KPU  Tulungagung meminta agar anggota komunitas memiliki kedewasaan dalam berpolitik.
Adapun yang mengisi acara tersebut yakni Ketua KPU Tulungagung Suprihno, M.Pd. dan ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Endro Sunarko.
“Iya, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama kemitraan KPU dengan Yayasan Cesmid atau organisasi Vespa Tulungagung,” katanya.
Suprihno, M.Pd., mengatakan, dirinya meminta kepada anggota Komunitas Vespa Tulungagung untuk dewasa dalam berpolitik. Karena, keberhasilan sebuah proses demokrasi bukan hanya dari penyelenggaraan saja, melainkan peran serta masyarakat pada saat sebelum dan sesudah Pilkada.
“Ada beberapa orang yang menganggap setelah pencoblosan maka semuanya sudah usai. Itu kan tidak benar,” katanya.
Seharusnya lanjut Suprihno, M.Pd., ketika sebelum pencoblosan masyarakat turut andil dalam mengawasi semua tahapan pilkada. Mulai penyusunan DPT, rekruitmen badan adhoc, pendaftaran pasangan calon, masa kampanye, proses pencoblosan dan penghitungan dan sebagainya.
“Misalnya seseorang mengetahui ada indikasi planggaran, seharusnya orang tersebut melapor, jangan diam saja,” ujarnya.
Masih menurut Suprihno, adapun hal pertama yang harus dilakukan untuk belajar dewasa dalam berpolitik yakni memastikan apakah seseorang sudah masuk dalam DPT, kemudian memastikan keluarganya masuk dalam DPT, mengetahui program dan track record masing-masing calon, ikut mencoblos saat hari H, mengawal penghitungan suara, dan terakhir ikut mendukung pemimpin terpilih.
“Setelah kompetisi berakhir, masing-masing pihak harus mendukung pemimpin terpilih, bukan sebaliknya,” jelasnya.
Suprihno menambahkan, dirinya berharap apa yang didapatkan dari sosialisasi ini tidak berhenti pada peserta yang hadir saja. Melainkan juga bisa sampai kepada anggota komunitas Vespa yang lain.
“Karena kami sudah bermitra, saya yakin semua peserta akan menyampaiakan ke anggota lainnya,” pungkasnya.

You may also like...

     
+100%-