KPU TULUNGAGUNG GELAR KURSUS DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN

Suprihno memberi sambutan saat pembukaan Kursus Demokrasi dan Kepemiluan di Gedung Media Center Kantor KPU Tulungagung, Jumat (19/10)

Suprihno memberi sambutan saat pembukaan Kursus Demokrasi dan Kepemiluan di Gedung Media Center Kantor KPU Tulungagung, Jumat (19/10)

TULUNGAGUNG (kpu-tulungagungkab.go.id) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan program Kursus Demokrasi dan Kepemiluan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari yakni Jumat (19/10/2018) dan Sabtu (20/10/2018) di Gedung Media Center Kantor KPU Tulungagung.

Jumlah peserta kursus cukup banyak dan sampai mencapai 112 peserta. Mereka dibagi dalam dua gelombang.

Para peserta Kursus Demokrasi dan Kepemiluan ini terdiri dari berbagai kalangan dengan batas minimal usia 17 tahun. Seperti di antaranya dari kalangan mahasiswa dan sarjana.

Lima komisioner KPU Tulungagung semua terlibat dalam memberi materi kursus. Ketua KPU Tulungagung, Suprihno, M.Pd., selaku Koordinator Divisi Keuangan Umum Logistik dan Rumah Tangga menyampaikan materi pemilu yang jujur adil dan tanpa diskriminasi. Sedang H. Victor Febrihandoko, S.Sos., selaku Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara menyampaikan sejarah demokrasi dan pemilu di Indonesia.

Sementara itu, tiga komisioner KPU Tulungagung lainnya, H. Mustofa, SE., MM., Agus Safei, SH., dan M. Khoirul Anam, S.Pd.I.,, masing-masing menyampaikan materi tentang lembaga penyelenggaraan dan tahapan pemilu, orientasi penegakan hukum pemilu serta perkenalan dan bina suasana.

Mustofa berinteraktif dengan peserta kursus melalui tanya jawab materi yang disampaikannya

Mustofa berinteraktif dengan peserta kursus melalui tanya jawab materi yang disampaikannya

Penyelenggaraan Kursus Demokrasi dan Kepemiluan oleh KPU Tulungagung, menurut Mustofa diharapkan mampu menciptakan resource group maupun jaringan masyarakat peduli pemilu dan demokrasi. Siklus yang dirancang untuk membentuk tim kerja guna menyosialisasikan terkait dengan kepemiluan kepada masyarakat.

“Ini dimaksudkan agar masyarakat, terutama pemilih, memahami makna pemilu, kesadaran menggunakan hak pilih, dan bahaya politik uang. Selain itu juga diharapkan mampu mendorong masyarakat berperan dalam menyukseskan Pemilu 2019 di daerah masing-masing,” ujarnya.

You may also like...

     
+100%-