KPU TULUNGAGUNG GOES TO SCHOOL SMAN 1 KALIDAWIR

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Dengarkan"]
KPU Tulungagung Goes To School.di SMAN 1 Kalidawir dibuka oleh ketua KPU Mustofa. M.M. (11/3/2020).

KPU Tulungagung Goes To School.di SMAN 1 Kalidawir dibuka oleh ketua KPU Mustofa. M.M. (11/3/2020).

Penyerahan cindramata kepada kepala sekolah SMA Negeri Kalidawir Agung Ismiharto (dua dari kanan).

Penyerahan cindramata kepada kepala sekolah SMA Negeri Kalidawir Agung Ismiharto (dua dari kanan).

Salah satu siswa meneriama door prize setelah berhasil menjawab pertanyaan disela-sela materi.

Salah satu siswa meneriama door prize setelah berhasil menjawab pertanyaan disela-sela materi.

Pada sesi tanya jawab, siswa diberi kesempatan bertanya kedepan.

Pada sesi tanya jawab, siswa diberi kesempatan bertanya kedepan.

Seluruh peserta sosialisasi foto bersama komisioner KPU.(11/3/2020).

Seluruh peserta sosialisasi foto bersama komisioner KPU.(11/3/2020).

Tim Sosialisasi sempatkan foto seusai kegiatan.

Tim Sosialisasi sempatkan foto seusai kegiatan.

Tulungagung (kpu-tulungagungkab.go.id)- Bertempat di aula SMAN 1 Kalidawir Tulungagung, KPU melakukan sosialisasi  pemilu bertajuk “KPU Tulungagung Goes To School”. Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi salah satu program unggulan KPU untuk memberikan pendidikan pemilu bagi pemilih pemula. (11/03/20).

Kegiatan tersebut di hadiri ketua KPU Tulungagung Mustofa. M.M. , divisi Sosdiklih Parmas dan SDM M. Amarodin, devisi Data dan Perencanaan Susanah, kepala sekolah SMAN 1 Kalidawir Agung Ismiharto serta 60 siswa klas 11 SMA 1 Kalidawir sebagai peserta.

Saat pembukaan kegiatan sosialisasi Goes To School, ketua KPU Tulungagung Mustofa. M.M. menyampaikan pemilih pemula merupakan pemilih yang menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali dalam pemilu, usia pemilih pemula pada usia 17-21 tahun. rata-rata kelompok pemilih adalah siswa SMA / sederajat dan pekerja muda.

“Harapannya, adanya program goes to school bisa memberikan pemahaman, edukasi dan partisipasi kaum muda untuk ikut mensukseskan pemilu nanti” imbuh Mustofa.

Sedangkan Muchamat Amarodin divisi Sosdiklih Parmas dan SDM pada saat memberikan materi kepada siswa mengatakan, pemilih pemula mempunyai posisi yang penting dalam pemilu, untuk mensukseskan pemilu atau pemilihan, meskipun porsi pemilih pemula hanya 3-4 persen dari total suara nasional.

“Harapan besar, pemilih pemula bisa menjadi komponen pemilu nantinya, tidak hanya menjadi pemilih akan tetapi bisa menjadi penyelanggara pemilu dan calon/ peserta pemilu” ucap M. Amarodin.

Pada sesi tanya jawab ada beberapa siswa yang bertanya tentang perbedaan DPT dan DPS, Ada pula yang bertanya bagaimana mekanisme dan persyaratan daftar calon legislatif.(amr)

You may also like...

     
+100%-